Analisis IHSG

Disclaimer : Analisa ditujukan untuk memberikan Gambaran / Peta kepada para pembaca terhadap Situasi maupun Kondisi dari sebuah Hal yang sedang dianalisa dan Bukan Merupakan Keputusan Final yang dapat diambil tanpa pertimbangan matang !
Bijaklah dalam mengambil Keputusan berdasarkan Hasil Analisa yang ada.

Senin, 28 September 2026

IHSG Berada Pada Fase Down Trend Extrem

Pada Senin, 28 September 2026 IHSG Kembali terkoreksi kembali dengan penurunan yang cukup signifikan diangka -1.51% , Dimana penurunan ini telah terjadi selama 2 Minggu Terakhir dari titik tertinggi-nya pada 6.712 pada 10 September 2026 silam.

Penurunan ini depengaruhi oleh Faktor yang cukup beragam diantaranya :
A. Faktor Domestic
B. Faktor Eksternal

A. Faktor Domestic

Cukup banyak Sentimen Negatif yang belakangan ini mencuat diberita Nasional kita, dimana sentimen Negatif ini langsung memberikan dampak Negatif terhadap kinerja market.
Diantaranya :
1. Pemecatan Purbaya pada 14 September 2026 Silam
2. Potensi buruk dari Kebijakan serta Proyek Pemerintahan untuk tahun 2027
3. Kekhawatiran Intervensi kepentingan politik yang mempengaruhi Finansial Negara

Pemecatan Purbaya pada Senin, 14 September 2026 silam menjadi salah satu faktor yang saya amati menjadi bagian paling Krusial dan berdampak cukup besar terhadap market, Purbaya adalah salah satu dari Mentri yang cukup Vokal dalam tutur kata dan menyuarakan Perbaikan terhadap Fiskal Negara sehingga pemecatannya membawa rasa terkejut sekaligus Khawatir dari para Investor dan Trader terkait perkembangan Fiskal dan Financial Stetemen Negara secara keseluruhan.

Namun Mengapa ini bisa menjadi Faktor yang cukup Krusial ?
Kepercayaan adalah nilai yang Mutlak di market, Disaat seseorang yang cukup Vokal dan diberitakan beberapa kali berusaha Menahan potensi kerusakan Internal dari segi Keuangan dipecat maka sudah dapat dipastikan rasa Khawatir akan timbul.

Selain itu, beberapa waktu setelah tanggal efektif pemecatan Purbaya terdapat beberapa berita yang kurang enak dari Pemerintahan salah satuya adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2027 sebesar 4.000 Triliun Rupiah yang dimana ini adalah pertama kali dalam sejarah, Anggaran Belanja Negara melonjak drastis. Dalam penyusunan Anggaran sebenarnya bagian ini cukup menarik dimana pada rancangan Belanja Negara ini nantinya Dana yang tersedia difokuskan ke beberapa Monumen Investasi Nasional dimana Fokus Alokasi Utamanya ada pada :
1. Peningkatan Produktivitas melalui Investasi dan Bisnis Riil
2. Sektor Kesehatan dan Pendidikan

3. Perlindungan Sosial guna menjaga Daya Beli masyarakat
4. Mempercepat pertumbuhan Infrastruktur Wilayah

Namun kekhawatiran ini terpusat pada Realitas yang terjadi dikalangan Pemerintahan dalam beberapa Tahun terakhir ini, dimana kasusu korupsi terus diberitakan oleh media-media Nasional seolah tak akan kunjung berakhir. Siklus Korupsi yang terjadi dalam waktu dekat dan konsisten ini yang menjadi titik temu dari Kekawatiran para Investor yang juga langsung berdampak pada para Trader di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Dengan dana sebesar itu dan kali pertamanya sepanjang sejarah serja Keyakinan terhadap pemerintaha dan Proyeknya yang terus-terusan dipertanyakan Kalangan umum, ini semua menjadi Kekhawatiran terhadap perkembangan Fundamental Negara yang pastinya jug akan menganggu Kinerja Usaha dalam Negri.

Dari beberapa sumber yang cukup Kredibel juga diisukan bahwa Kepentingn Politik pada proyek pemerintahan ini belakangan semakin kental dan tampak tidak bermanfaat secara langsung dan efektif terhadap Masyarakat umum, sehingga ini juga menjadi aspek yang ikut memperkeruh Kepercayaan terhadap Kinerja dan proses Realisasi Pemerintah terhadap Proyeknya untuk memberi dampak baik pada Masyarakat.

B. Faktor Ekstenal

Pada Rabu, 16 September 2026 silam, The fed mengumumkan berita yang cukup mengejutkan Global dimana mereka menaikan suku bunga sebesar 25 Basis Poin dari 3.75% menjadi 4.00%. Kejadian ini serentak merubah perputaran dan arus Dana Global, salah satu yang terdampak adalah pada IHSG dimana pada tanggal yang sama Candle stick pada Time Frame daynya membentuk pola Shooting Star Candle yang menunjukan arus dana keluar sangat kuat secara makna Psikologi terhadap Candle-nya. Selain berdampak terhadap IHSG, kejadian ini juga berdampak terhadap pelemahan Rupiah terhadap US Dollar yang cukup signifikan dimana pada hari ini tercata menembus area 18.000. Pelemahan terhadap Rupiah ini juga menjadi faktor Fundamental serta salah satu alasan Outflow dari Foreign yang belakangan semakin deras terjadi.

Selain pada faktor The Fed yang menaikan suku bunganya sebesar 25 Basis Point, Ketegangan Timur Tengah dan Potensi kembalinya bergejolak Ketegagan Militer dan Politik di Pusat Minyak Dunia tersebut juga mengemban peranan yang cukup penting dimana Ketegangan terus terjadi setelah berhasil mereda, yang membuat Investor Global mewaspadai kemungkinan terjadinya kembali Konflik dalam waktu dekat.

Secara Teknikal IHSG masih berpotensi terus melemah sampai menembus Area Support terdekatnya pada angka 6.000 sd 6.025 dengan mempertimbangkan Sentiment Negatif dari Domestic dan Eksternal faktor, selain itu dari sisi arus dana yang tampak pada gambar pertama diman terjadi penyusutan Volum yang cukup signifikan serta RSI yang sampai pada angka 32.9 menurun, semakin memperkuat Probabilitas IHSG untuk terus turun.

Kesimpulan

Status

Support

Resistance

: Patah Trend, Meunggu Konfirmasi Reversal Solid

: 6.000 - 6.025 / 5.600 / 5.300 - 5.325

: 6.380

©Virgo Invest